Kamis, 17 Juni 2010

BIMBINGAN DAN KONSELING POLA 17 PLUS

1. Pengertian BK fungsi dan asas-asas Bimbingan Konseling.

a. Pengertian BK adalah bantuan yang diberikan kepada siswa dalam rangka upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungan dan merencanakan masa depan.

b. Fungsi BK adalah membantu siswa untuk :

1) Pemahaman diri, lingkungan sekitar dan lingkungan yang lebih luas.

2) Pencegahan peserta didik dari berbagai permaslahan yang mungkin menimpanya.

3) Pengentasan berbagai masalah yang menimpa peserta didik.

4) Pemeliharaan dan pengembangan berbagai potensi dan kondisi positif peserta didik.

c. Asas-asas layanan bimbingan dan konseling adalah kelancaran layanan bimbingan dan konseling sehingga tercapai tujuan yang diharapkan harus terpenuhinya asas-asas bimbingan dan konseling yaitu asas kerahasiaan, kesukarelaan, keterbukaan, kegiatan, kekinian, kemandirian, kedinamisan, keterpaduan, kenormatifan, keahlian, alih tangan kasus, dan tut wuri handayani.

2. Bidang bimbingan pribadi, membantu siswa agar dapat menemukan dan mengembangkan pribadi yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, mantap mandiri serta sehat jasmani dan rohani.

3. Bidang bimbingan sosial, membantu siswa agar mengenal dan berhubungan dengan lingkungan sosialnya yang dilandasi budi pekerti luhur, tanggungjawab kemasyarakatan dan kenegaraan.

4. Bidang bimbingan belajar, membantu siswa agar mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik untuk menguasai pengetahuan dan ketrampilan serta menyiapkannya melanjutkan pendidikan pada tingkat yang lebih tinggi.

5. Bidang bimbingan karir, membantu siswa agar merencanakan dan mengembangkan masa depan karirnya.

6. Layanan orientasi, disampaikan untuk mempermudah siswa menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru.

7. layanan informasi disampaikan untuk membekali siswa dengan berbagai pengetahuan dan pemahaman berbagai hal yang berguna untuk pemahaman diri dan lingkungannya.

8. Layanan penempatan dan penyaluran, disampaikan untuk menempatkan siswa pada posisi dan pilihan yang tepat sesuai dengan kondisi phisik dan psikisnya.

9. Layanan pembelajaran disampaikan untuk memungkinkan siswa memahami dan mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik.

10. layanan konseling perorangan disampaikan untuk memungkinkan siswa mendapatkan layanan langsung secara pribadi/perorangan.

11. Layanan bimbingan kelompok disampaikan secara bersama-sama menerima berbagai bahan yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari baik sebagai individu, sebagai pelajar maupun sebagai warga masyarakat.

12. Layanan konseling kelompok pembahasan masalah melalui dinamika kelompok dalam rangka mengentaskan masalah yang dialaminya atau masalah yang sedang dialami temannya.

13. Layanan mediasi, disampaikan untuk menjembatani siswa yang mengalami masalah, yang dalam mendapatkan pemecahan masalahnya membutuhkan orang lain/pihak ketiga sebagai perantara.

14. Layanan adv.okasi, disampaikan agar siswa mengetahui bahwa ada suatu perlindungan yang diberikan kepadanya dalam menghadapi masalahnya.

15. Aplikasi instrumentasi sebagai pendukung bimbingan untuk mengumpulkan data/keterangan yang diperlukan.

16. Himpunan data sebagai pendukung bimbingan hasil dari aplikasi instrumentasi dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan bimbingan.

17. Konferensi kasus sebagai pendukung bimbingan pembahasan masalah siswa dalam suatu forum diskusi dengan harapan dapat memberikan data/keterangan lebih lanjut serta kemudahan dalam mengentaskan siswa dari masalah yang dialaminya.

18. Kunjungan rumah sebagai pendukung bimbingan yang diharapkan untuk mendapatkan data/keterangan tentanng pemahaman lingkungan dan permasalahan siswa.

19. Alih tangan kasus sebagai pendukung bimbingan diharapkan untuk mendapatkan penanganan permasalahan siswa secara tepat dan tuntas.

Rabu, 16 Juni 2010

CURUG SIDOMBA

Sekilas Curug Sidomba
Curug Sidomba adalah salah satu obyek wisata di daerah Kuningan Jawa Barat. Menurut informasi dan berdasarkan pengamatan, wisata Curug Sidomba selain memperlihatkan keelokan dan keindahan curug ( air terjun ) yang sangat jernih dan dingin sekali ditambah dengan suasana pegunungan yang sangat asri dan segar, terdapat juga beberapa binatang domba, salah satu domba yang dipelihara ada yang memiliki 4 tanduk......suatu kenyataan yang aneh! maka dari itu curug ini dinamakan CURUG SIDOMBA.


Jumat, 11 Juni 2010

PERIBAHASA YANG SERING DIGUNAKAN DAN LEBIH DIKENAL

Alon-alon asal kelakon, artinya lambat-lambat tidak apa-apa asalkan tujuan tercapai.

Becik ketitik ala ketara, artinya yang baik akan kelihatan dan yang buruk akan tampak.

Diwehi ati ngrogoh rempela (Bahasa Indonesia: "Dikasih hati minta jantung") artinya orang yang melunjak atau tidak tahu terima kasih

Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri andayani – artinya di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat dan di belakang memberikan daya kekuatan.

Jer basuki mawa beya – artinya semua keberhasilan membutuhkan pengorbanan (atau biaya).

Kebo nusu gudel (Indonesia: seekor kerbau yang menyusu anaknya) artinya seorang guru yang belajar dari muridnya. Atau orang tua yang belajar dari anaknya.

Mangan ora mangan ngumpul – artinya susah senang yang penting bersama-sama, menunjukkan sifat kekeluargaan yang sangat besar.

Nabok nyilih tangan – artinya mencelakakan orang lain, tetapi menyuruh orang lain yang melakukan.

Sapa sira sapa ingsun (Indonesia: "siapa anda, siapa saya") – artinya janganlah menggurui atau memerintah seseorang tidak pada tempatnya.

Witing tresna jalaran saka kulina – artinya Cinta berawal karena terbiasa.
Maksud dari ungkapan ini adalah seseorang dapat jatuh cinta karena sering bertemu. Terkadang peribahasa tersebut diplesetkan menjadi Witing tresna jalaran ora ana wong liya.

PANTUN BK CERIA By Mega

DI SANA GUNUNG DI SINI GUNUNG

DI TENGAH-TENGAH PULAU JAWA

JANGAN RAGU DAN JANGAN BINGUNG

PILIHLAH BK UPS SAJA

KOTA BREBES PENGHASIL TELOR

BAWANG MERAH HASIL BUMINYA

INILAH AKU CALON KONSELOR

BERSEDIA MEMBANTU SIAPA SAJA

BUNGA MAWAR BUNGA MELATI

HARUM BAUNYA SEGAR MEWANGI

PEGANGLAH TEGUH HATI NURANI

ITULAH CIRI KONSELOR SEJATI

KOTA TEGAL KOTA BAHARI

SANTUN DAN RAMAH PENDUDUKNYA

JANGANLAH KAMU BERSEDIH HATI

PUNYA MASALAH DATANG KE BK SAJA

RESEP MEMBUAT PEPES IKAN MAS

BAHAN :

- 1/2 ikan mas

- daun pisang

BUMBU-BUMBU :

- 4 buah cabe merah

- 4 buah cabe rawit

- 4 buah kemiri

- ½ sendok teh terasi

- 1 sendok teh garam

- 1 sendok teh air asam

CARA MEMBUAT :

Bersihkan ikan, cuci, kerat-kerat, atau dapat juga dibiarkan utuh. Haluskan bumbu-bumbu, tambahkan air asam. Campurkan ikan dengan bumbu, bungkus dengan daun pisang (dipepes) berikan bumbu yang cukup pada kedua sisinya. Sematkan kedua ujung bungkusan ikan dengan lidi. Kukuslah sampai masak kurang lebih setengah jam. Letakkan pepesan dalam roaster, panggang diatas api sampai tak berair lagi. Siap untuk dihidangkan.

PERCIKAN HIKMAH BERDIALOG DENGAN HATI NURANI (H. Usep Romli HM.)

Berpakaian tapi telanjang

Seorang filosof menyatakan, ada orang yang berpakaian tapi telanjang. Ini disebabkan dua hal. Pertama, ia terlalu banyak bicara sehingga segala rahasia dirinya diketahui orang lain. Kedua, ia terlalu banyak membicarakan orang lain sehingga orang tahu persisi karakter dirinya yang jelek itu.

Makna usia

“Apa makna usia?” tanya seorang murid kepada seorang guru spiritual.

“Jawabannya sebagaimana dinyatakan oleh Rasulullah SAW : Apabila hari ini amal pekerjaan anda masih sama dengan kemarin, berarti anda merugi. Bila lebih jelek daripada kemarin, terkutuk namanya. Bila lebih bagus, barulah termasuk beruntung. Nah, apakah usia anda yang setiap saat berkurang, telah digantikan oleh hal-hal yang lebih baik, atau sebaliknya? Di situlah makna usia anda.”

PUISI HATI by mega

MEMORI SEBUAH PERTEMUAN

Mengenang kembali pertemuan kita

Sebuah masa lalu dengan kenangan pecah

Impian yang melambai-lambai

Seperti rindu ombak pada pantai

Pada camar, angin dan karang

Terbayang wajah yang kelam

Saat mereguk manis dan pahit

Berbagi lara mengiris perih

Berbagi canda siram gelora

Memori itu……..

Takkan hilang diterpa badai

Takkan hapus termakan waktu

Percayalah…kita selalu rindu pada perjumpaan itu

TIPS-TIPS MENUJU SUKSES

1. JURUS MENGHADAPI ULANGAN

( By Drs. Sukmana )

Beberapa persiapan yang perlu dilakukan sebagai jurus menghadapi ulangan, antara lain :

1) Belajar lebih giat dan tekun.

2) Menenangkan hati dan pikiran.

3) Menjaga kesehatan.

4) Memupuk rasa percaya diri.

5) Menghindari cara-cara yang tercela, contoh nyontek.

6) Memperbanyak doa.

2. KIAT MENJADI PESERTA TES YANG BAIK

1) Hadapi tes dengan yakin, kerjakan dengan tenang.

2) Ingatlah untuk mengulang materi seminggu sebelum tes.

3) Jangan memaksakan menguasai materi dalam waktu yang singkat.

4) Berhati-hatilah dengan pola makan dan tidur anda terutama ketika tes.

5) Pada hari tes, datanglah tepat waktu dan siap.

6) Pilihlah tempat duduk yang baik.

7) Bawalah peralatan yang lengkap yang anda butuhkan.

8) Dengarkan dengan seksama semua petunjuk.

9) Perhitungkan waktu dengan cermat dan teliti.

10) Bacalah semua petunjuk dengan seksama, bila perlu dua kali, perhatikan petunjuk penilaian bila ada.

11) Bacalah keseluruhan soal sebelum menjawab pertanyaan.

12) Gunakan setiap detik dengan jitu.

13) Kerjakan soal yang mudah dahulu.

14) Tentukan pola pertanyaan tes, sukar atau mudah.

15) Yakinkan bahwa anda memahami setiap pertanyaan sebelum anda menjawab, bacalah kembali kalau perlu.

16) Hindari jawaban tergesa-gesa.

17) Tebaklah jawaban dengan jitu.

18) Dapatkan bantuan yang dapat anda peroleh dari mata kunci yang biasa anda pahami.

19) Segarkan diri anda dengan istirahat beberapa saat pada waktu tes.

20) Teruslah bekerja sampai waktunya habis.

@@@@GOOD LUCK@@@@

Rabu, 02 Juni 2010

STUDY KASUS KONSELING AGAMA

Seorang siswi salah satu SMA di kota Tegal, merasa tidak enak karena dimarahi oleh orang tuanya, gara-gara tidak mau menggunakan jilbab sebagaimana keinginan orang tuanya. Akhir-akhir ini dia sering murung dan menyendiri. Siswi tersebut mengalami kebimbangan; pertama apakah mengikuti keinginan orang tua dengan memakai jilbab, atau tidak memakai jilbab karena tidak nyaman, kedua kekhawatiran tentang kemarahan orang tua yang terus menerus mengganggu prestasi belajarnya.

SOLUSI PEMECAHAN MASALAH

  1. IDENTIFIKASI MASALAH SISWI SMA KOTA TEGAL

- Ada seorang siswi SMA kota Tegal

- Dia disuruh memakai jilbab oleh orang tuanya.

- Dia tidak mau memakai jilbab karena tidak nyaman.

- Orang tuanya marah.

- Siswi itu berubah menjadi anak pemurung dan suka menyendiri.

- Siswi itu bimbang antara memakai jilbab dan tidak memakai jilbab.

- Dia khawatir kemarahan orang tuanya mengganggu prestasi belajarnya.

  1. DESKRIPSI PERMASALAHAN SISWI SMA KOTA TEGAL

Dari identifikasi permasalahan yang dialami seorang siswi SMA kota Tegal, maka dapat kita ketahui bahwa dia mempunyai masalah atau konflik yaitu kebimbangan. Kebimbangan yang siswi tersebut alami merupakan suatu permasalahan yang timbul dalam dirinya yang disebabkan oleh keinginan dari kedua orang tuanya yang menghendaki dia memakai jilbab, sementara dia tidak suka memakai jilbab dikarenakan merasa tidak nyaman. Akan tetapi dia juga merasa kahawatir jika kemarahan orang tuanya yang disebabkan karena dirinya tidak mau memakai jilbab tidak juga reda, akan mengganggu konsentrasinya dalam belajar, dan tentunya bisa berpengaruh kepada penurunan prestasinya. Langkah-langkah yang perlu dilakukan antara lain :

a. Diagnosa

Dalam permasalahan ini, ada beberapa hal yang menjadi pengaruh timbulnya permasalahan siswi tersebut. Beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi timbulnya masalah atau konflik, antara lain :

1) Faktor dari luar / Ekstern

Faktor orang tua dalam hal ini memegang pengaruh yang sangat besar atas permasalahan yang dialami oleh siswi SMA kota Tegal itu, Mereka sangat menginginkan anak perempuannya tersebut bersedia dan mau memakai jilbab sesuai dengan ketentuan ajaran agama islam yang diyakininya. Mungkin dalam pikiran mereka, sebagai orang tua mereka ingin menjadi orang tua yang baik bagi anak-anaknya. Mereka berharap anaknya bisa mentaati ajaran agama islam, untuk itu mereka mengarahkan dan berusaha membimbing anaknya untuk bisa menjalankan semua perintah Allah, mulai dari hal yang mungkin dianggap remeh, yaitu dengan berbusana muslim / memakai jilbab. Mereka berharap dengan diawali memakai jilbab atau berbusana islami bisa membawa dampak positif bagi anaknya, bisa menuntun anaknya ke jalan yang benar, bisa membimbing anaknya menjadi sholehah, bisa membuat anaknya selalu berperilaku yang santun yang mencerminkan seorang muslimah yang baik, dan masih banyak lagi harapan-harapan yang mungkin mereka harapkan dari anak perempuannya itu dengan memakai jilbab.

2) Faktor dari dalam / intern (Siswi bersangkutan)

Sebagai seorang siswi SMA, tentunya tidak jauh beda dengan siswi-siswi yang lain. Sebagai remaja yang sedang beranjak menuju dewasa banyak sekali pergolakan dan perubahan yang terjadi dalam diri seorang anak/remaja. Masa remaja adalah masa transisi atau peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Hal ini kadang jarang sekali dicermati oleh para orang tua kebanyakan, padahal di masa remaja seorang anak sangat membutuhkan perhatian, bimbingan dan arahan yang bisa membawa mereka ke dunia yang mereka cari, yang bisa membawa mereka ke jalan menuju masa depan yang mereka impikan. Disinilah peran orang tua dibutuhkan oleh seorang anak. Biasanya remaja ingin sekali dimengerti, mungkin ini pula yang diharapkan oleh siswi SMA kota Tegal. Dia ingin sekali orang tuanya bisa mengerti bahwa dia merasa tidak nyaman apabila memakai jilbab. Mungkin ada beberapa hal yang menjadi penyebab ketidaknyamanan dia memakai jilbab, misal saja dia takut tidak bisa bebas bergaul karena memakai jilbab, bisa juga dia malu karena biasanya gaya pakaian remaja itu harus modis, dsb. Sementara orang tuanya terus memaksa dia memakai jilbab setiap hari, itu artinya dia setiap hari terus dipaksa dan harus menerima kemarahan orang tuanya karena dia belum mau menuruti memakai jilbab. Kemarahan orang tua yang dia rasakan sepertinya membawa pengaruh dalam dirinya. Didalam batinnya timbul suatu kebimbangan, dia merasa tertekan, psikologisnya terganggu, karena setiap saat dia kena marah orang tuanya, sedangkan dia merasa belum siap memakai jilbab, hal ini akhirnya berdampak pada sikapnya di sekolah. Pertentangan dalam batinnya antara tidak mau memakai jilbab dan takut kemarahan orang tua menggangggu kondisinya dalam belajar, baik secara fisik maupun psikisnya.

b. Prognosa

Dan jika permasalahan yang dialami siswi tersebut terus berlarut maka tidak menutup kemungkinan jika suatu saat dia akan mengalami tekanan batin yang mungkin bisa dikatakan stress berat. Kebimbangan yang dia rasakan berpengaruh besar terhadap kegiatan keseharian dia baik di sekolah maupun di rumah. Dalam kondisi bingung tentunya membuat dia tidak bisa fokus atau konsentrasi dalam kegiatan proses belajar di sekolah, padahal dalam proses belajar sudah pasti membutuhkan konsentrasi yang baik agar semua pelajaran yang diajarkan oleh guru bisa diterima oleh otak kita. Jika konsentrasi dalam belajar terganggu tentu bisa berdampak pada pencapaian prestasi, konsentrasi yang terganggu membuat kita menjadi lambat menerima pelajaran, atau bahkan mungkin kita tidak bisa menerima pelajaran dengan optimal. Begitupun dengan siswi SMA kota Tegal ini tentu lambat laun dia bisa ketinggalan pelajaran dibanding dengan teman-teman yang lain. Hal ini akan membuat dia mengalami hambatan dalam belajar, dan jika hal ini terus menerus berlanjut maka dia akan mengalami kerepotan dalam ulangan/evaluasi belajarnya. Dan bisa dipastikan prestasinya akan menurun. Disamping hambatan dalam pelajaran, masalah yang dialami siswi tersebut juga menimbulkan hambatan dalam pergaulan dia dengan teman-teman sebayanya baik di lingkungan rumah maupun di sekolah. Kebimbangan yang dia rasakan tentu membuat gejolak tersendiri di dalam batinnya. Kondisi psikologis dia menjadi terganggu. Dalam dirinya muncul perasaan malas untuk bergaul dengan temannya, sehingga dia memilih untuk menyendiri dibanding bergaul, bermain dan bahkan bersenda gurau layaknya seorang anak. Padahal remaja seusia dia sedang senang-senangnya bermain dan bergaul mencari teman sebanyak-banyaknya, akan tetapi perilakunya berubah menjadi anak yang banyak murung karena yang terlintas dipikirannya hanya permasalahan yang dia alami. Jika pergaulannya mengalami hambatan seperti itu tentu mengakibatkan sedikit demi sedikit teman-temannya akan menjauh, dan dia juga bisa kurang mendapatkan informasi dalam pergaulannya. Dan jika kondisi psikisnya terus menerus terganggu maka bisa menyebabkan terganggunya kondisi tubuh atau kesehatannya. Kondisi tubuh yang tidak stabil rentan akan serangan penyakit yang bisa datang kapan saja. Apalagi jika dia menjadi malas makan, maka asupan gizi dan vitamin yang dibutuhkan tubuh menjadi berkurang, yang artinya kondisi tubuh menjadi lemas dan lemah. Kondisi tubuh yang memburuk, pergaulan yang tidak baik dan menurunnya prestasi belajar bisa mempengaruhi masa depannya jika tidak segera mendapat penyelesaian dengan baik.

c. Treatment (konseling)

Ada beberapa cara dalam mencari penyelesaian masalah siswi SMA kota Tegal tersebut, salah satunya dengan konseling agama. Dari identifikasi permasalahan, diagnosa, prognosa maka seorang guru BK atau konselor jika menangani permasalahan siswi SMA kota Tegal tersebut akan melakukan langkah sebagai berikut yaitu dengan pendekatan konseling agama :

    1. Guru pembimbing atau konselor berupaya mendekati konseli (siswi SMA kota Tegal) untuk mencapai rapport yaitu hubungan akrab antara konselor dengan konseli, sebagai seorang konselor dituntut mampu bersikap attending, ramah, sopan, tersenyum, memperhatikan mata klien, dan mengucapkan kata-kata yang manis karena ungkapan seperti itu besar pengaruhnya terhadap kepercayaan konseli kepada konselor. Dengan demikian siswi tersebut mau percaya terhadap guru pembimbing.
    2. Selain bersikap ramah, terbuka dan bersahabat guru pembimbing juga harus mampu merefleksi perasaan siswi tersebut, dan menunjukkan bahwa kita mengerti dan memahami apa yang dirasakannya, menunjukkan empati agar dia merasa punya sahabat untuk mengeluarkan perasaannya yang mungkin bingung, bimbang, sedih dan tertekan.
    3. Kemudian konselor perlu mengeksplorasi perasaan konseli agar dia menurunkan tekanan perasaan yang mengganggunya, sehingga dalam diri siswi tersebut muncul kepercayaan kepada guru pembimbing/konselor sehingga dia mau dengan secara sukarela dan terbuka menceritakan masalahnya dalam hal ini kebimbangan antara memakai jilbab dengan terpaksa sehingga merasakan ketidak nyaman atau tidak memakai jilbab sesuai keinginannya tetapi disisi lain harus siap menerima kemarahan orang tuanya.
    4. Kesempatan ini kemudian digunakan untuk menggali semua perasaan siswi tersebut lebih mendalam, sehingga konselor bisa mengetahui semua perasaan konseli sampai dianggap cukup memadai sebagai acuan dalam mencari pemecahan atas masalahnya itu.
    5. Setelah eksplorasi perasaan dianggap cukup, dilanjutkan dengan eksplorasi pengalaman, yaitu menggali semua perasaan siswi tentang apa tindakan yang akan dilakukan selanjutnya atau ide apa yang ada dalam pikirannya, yang ada dalam benaknya. Disamping itu guru pembimbing/konselor harus mampu mengarahkan konseli (siswi SMA) untuk berpikir sehat, sehingga pesan utama atau definisi masalah bisa dicapai.
    6. Kemudian setelah mengetahui definisi dari permasalahan siswi yaitu mengenai kebimbangannya untuk memakai jilbab, guru pembimbing berupaya memberi bantuan agar siswi mampu memecahkan masalahnya, mampu mengarahkan dirinya dalam menentukan pilihan yang tepat atas kebimbangan yang terjadi, mampu mengembangkan potensinya dalam rangka meningkatkan prestasi belajar secara optimal, mampu mandiri dalam segala aspek kehidupannya baik di sekolah maupun di luar sekolah termasuk dalam menentukan pilihan-pilihan dalam hidupnya.
    7. Guru pembimbing berupaya menyadarkan siswi tentang sikap penolakannya untuk tidak memakai jilbab karena merasa tidak nyaman, dan siswi tersebut diarahkan agar mau memahami dan mengerti akan maksud, tujuan dari permintaan orang tuanya untuk memakai jilbab.
    8. Arahkan pemahaman siswi untuk mau berpikir dan menggali semua kemampuannya mengenai nilai-nilai agama/religius, mengenai ajaran agama islam, tentang kewajiban umat islam dan bila perlu tentang sunnah dalam agama islam.
    9. Kemudian guru pembimbing/konselor berupaya agar siswi tersebut dapat berpikir rasional, dan mandiri untuk mengambil tindakan atau rencana. Guru pembimbing mengajak siswi agar mau dan mampu menjalankan ajaran agama, menjalankan kewajiban umat islam khususnya sebagai perempuan tanpa merasa takut, malu dan mengesampingkan perasaan tidak nyamannya itu. Tanamkan pemahaman kepada dia bahwa suatu kebaikan akan membuahkan suatu kebahagiaan jika dilakukan dengan suatu keikhlasan. Dan tidak ada di dunia ini orang tua yang ingin menjerumuskan anaknya ke dalam suatu kenistaan melainkan menunjukkan anaknya kepada suatu kebaikan dan kebahagiaan. Selain itu usahakan agar dia (siswi) kreatif, mandiri dan mampu berpikir realistik sehingga tujuan konseling bisa tercapai yaitu memandirikan siswi dalam menentukan pilihan yang tepat dan baik sesuai ajaran agama tanpa terpaksa dan sesuai dengan harapan semua, baik orang tua juga diri siswi sendiri dalam menyelesaikan semua permasalahan yang dihadapi.